Laman

Rabu, 29 Februari 2012

"UNGKAPAN SUARA HATI "

ANAK-ANAK INDONESIA YANG TERABAIKAN, YANG HIDUP MERANA DIBALIK GUNUNG


"Syallom Salam sejahtra bagi kita sekalian"

Senang sekali saya menjumpai Sahabat yang Cantik dan Tampan dimanapun anda berada.

Tahukah anda bahwa di Indonesia ini masih banyak rakyat miskin yang hidup menderita dan mengharapkan uluran tangan kasih?

Ok let's go on!!

Ketika Otonomi khusus bagi provinsi Papua digulirkan, dan seiring dengan itu telah dimekarkan beberapa Kabupaten termasuk salah satunya adalah Kabupaten Yahukimo, kami mempunyai harapan bahwa ada kepedulian/keberpihakan, namun demikian realitanya berkata lain. Yaitu kami malah diabaikan oleh anak-anak kami sendiri (Pemda Yahukimo).

Dana Otonomi khusus yang terus mengalir yang tujuan utamanya adalah mensejahtrakan rakyat terutama bidang: Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi kerakyatan, Agama dan Infrastruktur. Namun sampai dengan saat ini tidak menunjukan adanya perubahan bagi kami. Kami masih hidup dalam penderitaan, entah kapankah penderitaan ini akan berakhir?

Sesungguhnya kami ingin adanya suatu terobosan-terobosan baru yang bisa menyentuh masyarakat langsung melalui 4 program prioritas tersebut diatas. Namun, ternya harapan itu tak kunjung tiba sampai dengan saat ini.

Untuk itu, kami berharap supaya pemerintah haurus sadar dan mendengar, melihat, merampung, merumuskan, dan membuat kebijakan-kebijakan yang konkrit yang bisa menyentuh masyarakat langsung. Pemerintah jangan hanya komment dimana-mana tanpa ada bukti nyata, tetapi nyatakan itu melalui tindakan yang nyata ditengah-tengah masyarakat. Sebab itu yang diharapkan oleh masyarakat.

Pemimpin yang baik adalah,, Pemimpin yang tidak mementingan Partai Politik, Golongan, suku, Jabatan, dan famili. Akan tetapi menjadi Panutan buat orang lain tanpa harus memperhatikan hal-hal yang tertera diatas.

Jadilah pelayan bukan Hamba!!

Bye Anthon

Selasa, 12 April 2011

ONES PAHABOL TERPILIH LAGI

Suara Rakyat Yahukimo, Edisi 2011

Perjalanan yang panjang telah dilewati, walaupun sesungguhnya tidak mudah merebut posisi orang nomor satu di Kabupaten Yahukimo. Sekalipun dalam proses menuju kursi Bupati, banyak hal yang telah dilewati karena kekuatan persaingan politik yang berkembang saat-saat dimana mempersiapkan segala daya upaya untuk menuju kursi Bupati Yahukimo sangat berat.

Kini Bapak Ones Pahabol telah terpilih kembali dan sudah dilantik untuk melanjutkan kepemimpinannya periode 2011-2015 sebagai Bupati Yahukimo. Semoga kepercayaan yang diberikan rakyat Yahukimo tidak sia-sia, berharap supaya suara rakyat harus dipertanggung jawabkan.

Kepercayaan yang diberikan Rakyat Yahukimo melalui Pemilukada, bukan semata-mata untuk memperoleh Jabatan, Kehormatan, Uang/Material atau kepentingan kelompok, kepentingan suku, Golongan, Agama, dan seterusnya. Tetapi kepercayaan itu adalah amanat Tuhan yang harus dipertanggung jawabkan kepada Rakyat Yahukimo selama lima tahun kedepan.

Pesan Rakyat Yahukimo:
Jangan Menoleh Kebelakang, tetapi majulah lebih cepat kedepan dengan pemikiran yang baru dan komitmen yang baru pula menuju Yahukimo yang maju, mandiri, dan Modern. Yang lalu biarlah berlalu, kini lembaran baru mulai tiba karena itu sebagai anak asli Daerah/Kabupaten Yahukimo, berharap supaya merangkul semua, baik lawan politik maupun rekan politik bersama-sama membangun Yahukimo.

Salam Damai!


Anthony







Selasa, 18 Mei 2010

SITUASI POLITIK TENTANG PAPUA MERDEKA

Salam!! Perjuangan Papua Merdeka.

Pandangan Politik oleh para elit politik dan juga reaksi masyarakat yang terus berkembang seiring dengan adanya isu Politik yang diutarakan oleh Nicholas Youwe, Maijen TNI Hotma Marbun dan telah dibentuknya International parlement of west Papua (IPWP) yang di motori oleh Benny Wenda sangat bertentangan.
Ungkapkan Nicholas Youwe dan Mijen TNI Hotma Marbun itu, sangat disayangkan. Nichola dan Hotma Marbun tidak memperhatikan betapa sakitnya rakyat Papua menanggapi ungkapan tersebut, Nicholas Youwe dan Hotma Marbun tidak seharus mengutarakan seperti itu!! dari sudut pandang ungkapan tersebut, tentu saja membuat rakyat Papua marah dan bisa muncul dampak negatif yang pada akhirnya mengganggu stabilitas ditanah ini.
Anda tidak tahu apa yang terpendam diebenak rakyat Papua. Rakyat Papua sedang menangis- menangis dan menangis... karena tanah kami dirampas dan kami ditindas dan dibunuh oleh Penguasa Negeri ini. Pemerintah harus bertanggung Jawab terhadap rakyat Papua.
Jangn seenaknya melontarkan ungkapan yang sangat menyakitkan rakyat Papua!!

Seperti yang diungkapkan oleh Hotma marbun "Papua tidak akan merdeka kecuali TNI Mati", ini adalah satu penekanan yang sangat menyakitkan. Saya mau katakan kepadannya bahwa, Hotma marbun harus belajar banyak untuk mengerti perasaan orang Papua, dan ungkapan seperti itu untuk kemudian hari harus pikir dulu, jangan asal bicara. Saya berharap, Hotma adalah orang profesional sehingga tutur katanya pun harus profesional. Jangan kaya teroris yang sengaja menciptakan situasi atau gejolak politik yang pada akhirnya muncul hal-hal yang tidak inginkan.

Sementara Nicholas Youwe, kami rakyat Papua sudah tahu bahwa pa Nicholas sedang menjilat pandat orang Indonesia. Bapak Nicholas Youwe harus tahu diri, bagaimana perasaan anda ketika Bapak mendengar kata-kata seperti itu ketika bapak Nicholas jadi OPM beberapa tahun silam?? Kalau perjuangan bapak waktu itu memang benar - benar untuk Papua Merdeka, tentunya sakit hati, tapi kalau memang bapak waktu itu hanya untuk mencari keuntungan kemudian perjuangan papua merdeka hanya dijadikan sebagai sebuah sarana, maka Bapak tidak merasakan betapa pahitnya ungkapan-ungkapan semacam itu.
Jadi rakyat Papua seruhkan agar jangan ada ungkapan seperti itu lagi. Bapak kalau sudah jadi warga negara Indoenesia, lebih baik diam dan selamat menjilat orang Indonesia punya Pantat.


Sabtu, 01 Mei 2010

"UNGKAPAN SUARA HATI "

ANAK-ANAK INDONESIA YANG TERABAIKAN, YANG HIDUP MERANA DIBALIK GUNUNG


"Syallom Salam sejahtra bagi kita sekalian"

Senang sekali saya menjumpai Sahabat yang Cantik dan Tampan dimanapun anda berada.

Tahukah anda bahwa di Indonesia ini masih banyak rakyat miskin yang hidup menderita dan mengharapkan uluran tangan kasih?

Ok let's go on!!

Ketika Otonomi khusus bagi provinsi Papua digulirkan, dan setelah dimekarkannya Kabupaten Yahukimo, kami masyarakat khususnya dari wilayah III terutama kampung Pinia, mempunyai harapan bahwa ada keberpihakan untuk kami. Namun demikian, realitanya berkata lain. Yaitu kami malah diabaikan oleh anak-anak kami sendiri (Bupati Ones Pahabol).

Dana Otonomi khusus yang terus mengalir yang tujuan utamanya adalah mensejahtrakan rakyat terutama bidang: Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi kerakyatan, Agama dan Infrastruktur. Namun sampai dengan saat ini tidak menunjukan adanya perubahan bagi kami. Kami masih hidup dalam penderitaan, entah kapankah penderitaan ini akan berakhir?

Sesungguhnya kami ingin adanya suatu terobosan-terobosan baru yang bisa menyentuh masyarakat langsung melalui 4 program prioritas tersebut diatas. Namun, ternya harapan itu tak kunjung tiba sampai dengan saat ini.

Untuk itu, kami berharap supaya pemerintah haurus sadar dan mendengar, melihat, merampung, merumuskan, dan membuat kebijakan-kebijakan yang konkrit yang bisa menyentuh masyarakat langsung. Pemerintah jangan hanya komment dimana-mana tanpa ada bukti nyata, tetapi nyatakan itu melalui tindakan yang nyata ditengah-tengah masyarakat. Sebab itu yang diharapkan oleh masyarakat.

Pemimpin yang baik adalah,, Pemimpin yang tidak mementingan Partai Politik, Golongan, suku, Jabatan, dan famili. Akan tetapi menjadi Panutan buat orang lain tanpa harus memperhatikan hal-hal yang tertera diatas.

Jadilah pelayan bukan Hamba!!

Bye Anthon

Sabtu, 17 April 2010



Kabupaten Yahukimo adalah salah satu Kabupaten dipegunungan tengah yang tertinggal dalam segala aspek yaitu: Pendidikan, Kesehatan, ekonomi Rakyat, Infrastruktur, dan lain-lain. Kabupaten Yahukimo dibentuk berdasarkan Undang-undang no. 26 tahun 2002 dan diresmikan 11 desember 2003. Dan samapai saat ini sudah 7 tahun usianya. Usia tersebut sudah cukup lama untuk membuat perubahan-perubahan dalam hal pembangunan Yahukimo itu sendiri, namun sampai dengan saat ternyata masih belum memberikan suatu apapun yang diharapkan.

Selasa, 13 April 2010

SEJARAH PERJALANAN PEMERINTAHAN KABUPATEN YAHUKIMO



Sejarah


Kabupaten Jayawijaya dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969, tentang pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907). Berdasarkan pada Undang-undang tersebut, Kabupaten Jayawijaya terletak pada garis meridian 137°12'-141°00' Bujur Timur, dan 3°2'-5°12' Lintang Selatan, yang memiliki daratan seluas 52.916 km², merupakan satu-satunya Kabupaten di Provinsi Irian Barat (pada saat itu) yang wilayahnya tidak bersentuhan dengan bibir pantai.

Mengingat luasnya wilayah ini, Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai mengupayakan pemekaran wilayah. Dimulai dengan pemekaran desa, pemekaran kecamatan, dan pemekaran kabupaten. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 dengan diberlakukannya Otonomi Khusus di Papua, maka khusus di Provinsi Papua (dan kemudian juga di Provinsi Papua Barat), istilah kecamatan diganti menjadi distrik, dan desa menjadi kampung.

Pemekaran Kabupaten dilakukan mulai tahun 2002 melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan membentuk tiga kabupaten baru yaitu Kabupaten Tolikara dengan ibukota Karubaga, Kabupaten Pegunungan Bintang dengan ibukota Oksibil, dan Kabupaten Yahukimo dengan ibukota Dekai. Sementara Kabupaten Jayawijaya sebagai kabupaten induk tetap beribu kota di Wamena di Lembah Balim.

Kabupaten Yahukimo

Pendirian Yahukimo ditetapkan menurut Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2002 dan diresmikan pada 11 Desember 2003. Kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya yang berawal dari sebuah Distrik yakni Distrik Kurima, yang dimekarkan menjadi Distrik Ninia, Distrik Anggruk dan Distrik Apalahapsili, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan Kapubaten, minimal terdapat 3 distrik.

Nama Yahukimo berasal dari nama empat suku yang bermukim di sana, yaitu Yali, Hubla, Kimyal, dan Momuna. Di kabupaten ini terdapat dua daerah yang cukup terkenal untuk penggemar trekking, yaitu Kurima dan Anggruk.

Kabupaten Yahukimo yang berasal dari 3 distrik induk ini dulu terkenal dengan suku terasing atau masyarakat primitif yang kehidupannya identik dengan perang suku dan kanibalisme, seperti yang dimuat dalam buku tulisan Don Richardson berjudul Anak Perdamaian. Suku-suku yang terdapat di Kabupaten Yahukimo adalah Suku Yali, Hupla, Kimyal, Momuna, Una-Ukam, Mek, Yalimek, Ngalik, Tokuni, Obini, Karowai, Duwe, Obukain, Kopkaka dan Bese.


Beranjak dari latar belakang sejarah terbentuknya Kabupaten Yahukimo, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui Yaitu:

1. Pemerintahan

Semenjak Kabupaten Yahukimo dimekarkan, Bupati Karateker Pertama yaitu Robert Wanimbo (Sekarang Almarhum) dari tahun 2004-2005 dan dalam pemihan Bupati Definitip ternyata yang terpilih adalah Bapak Ones Pahabol tahun 2005 sampai sekarang.

2. Distrik

Dalam perkembangannya, Kabupaten Yahukimo terdapat beberapa Distrik secara Administrasi yaitu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Yahukimo Nomor 05 Tahun 2006, ditetapkan 45 buah Distrik yaitu

  1. Dekai
  2. Obio
  3. Suru-Suru
  4. Wusama
  5. Amuma
  6. Musaik
  7. Pasema
  8. Hogio
  9. Mugi
  10. Soba
  11. Werima
  12. Tangma
  13. Ukha
  14. Panggema
  15. Kosarek
  16. Nipsan
  17. Ubahak
  18. Pronggoli
  19. Walma
  20. Yahuliambut
  21. Hereapini
  22. Ubalihi
  23. Talambo
  24. Puldama
  25. Endomen
  26. Holuon
  27. Lolat
  28. Soloikma
  29. Sela
  30. Korupun
  31. Langda
  32. Bomela
  33. Suntamon
  34. Seradala
  35. Sobaham
  36. Kabianggama
  37. Kwelamdua
  38. Kwikma
  39. Sumo
  40. Silimo
  41. Samenage
  42. Kurima
  43. Anggruk
  44. Nalca
  45. Ninia
Sumber Data: Situs Resmi

Cari Blog Ini

Memuat...